DOA BAPA KAMI
Doa
Bapa kami adalah doa yang sangat popular dikalangan umat Kristiani,
bahkan tidak menutup kemungkinan banyak dari orang yang bukan kalangan
Kristiani juga tahu tentang doa ini. Banyak dari Umat
Kristiani yg dapat menghafal Doa Bapa kami ini, Tetapi tahukah Doa Bapa
Kami dibagi menjadi tiga bagian pokok Doa?...
Tiga bagian pokok Doa didalam doa Bapa kami adalah :
1. Penyembahan kepada Bapa di Surga.
2. Permohonan kepada Bapa di Surga.
3. Penyerahan diri kepada Bapa di Surga.
DOA BAPA KAMI (Mat. 6:9-13)
- Bapa kami yang ada disurga di Kuduskanlah namaMu
- Datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu di bumi seperti di surga.
- Berikanlah kami rejeki pada hari ini, makanan kami yang secukupnya.
- Dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang
bersalah kepada kami.
- Dan jangan membawa kami kedalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami
dari pada yang jahat.
[ Karena Engkaulah yang empunya kerajaan, dan kuasa dan kemuliaan sampai selama lamanya. Amin ]
Munculnya doa Bapa Kami, bermula dari murid muridNya meminta dan belajar kepada Tuhan Yesus, bagaimana cara doa yang benar. ( Luk. 11:1 : ”…….Tuhan, ajarilah kami berdoa, sama seperti yg di ajarkan Yohanes ( Yohanes pembabtis ) kepada murid muridnya.”
Permintaan
ini sangat menarik sekali dan menyenangkan hati Tuhan. Oleh sebab itu
tanpa basa basi lagi Tuhan langsung mengajarkannya dengan sebuah konsep
doa kepada mereka. Singkat, Padat, Jelas dan Berbobot. Inilah doa yang
sempurna. Dan yang dikenal dengan sebutan DOA BAPA KAMI.
Apa Definisi Doa itu ?
Definisi doa : ”
Doa adalah sarana komunikasai antara Tuhan dengan manusia atau manusia
dengan Tuhan. Manusia berbicara dan Tuhan yg mendengar dan menjawab
dengan cara Tuhan sendiri “.
Yang dalam pengertian adalah
hubungan timbal balik antara manusia berbicara dan Tuhan yg mendengar
atau sebaliknya Tuhan berbicara dan manusia mendengar dan merasakan
sesuatu.
Berdoa adalah baik dan bahkan sangat baik bila
dilakukannya dengan cara yang benar. Sebab berdoa merupakan komunikasi
yang penting didalam ikatan keluarga, antara anak dan Bapak.
Banyak
orang yang bisa berdoa dengan baik, tetapi banyak juga orang yang tidak
bisa berdoa dengan benar atau bahkan sangat banyak sekali orang yang
tidak pernah berdoa sama sekali. Contoh yang paling gampang saja, banyak
dari orang orang yang mengaku dirinya Kristiani, tetapi mereka tidak parnah berdoa kalau makan. Kalau nggak percaya coba saja perhatikan sendiri.
“Janganlah berdoa”
juga ada tertulis didalam Alkitab, bahkan ini adalah seruan Tuhan Yesus
sendiri, kenapa ? bukankah berdoa adalah komunikasi yang baik antara
anak kepada Bapak atau sebaliknya, anrata manusia sama Tuhan, tetapi
mengapa justru Tuhan mengeluarkan satu pernyataan “Janganlah berdoa”
Mari kita perhatikan Mat. 6:5 yang bunyinya :” Dan apabila kamu berdoa janganlah kamu berdoa seperti orang munafik ……….”
Tuhan tahu apa yang akan kita doakan, sebelum kita mengucap kata kata didalam doa. (Mat.6:8 : “ karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu meminta kepada-Nya.”)
Tuhan bahkan memberikan statement yang sangat tegas kepada orang Farisi yang terkenal Munafik sekali : ” Bukan setiap orang yang berseru Tuhan…Tuhan… yang akan masuk kedalam kerajaan Surga, melainkan……….,” (Mat.7:21)
Maka
dari inilah Tuhan melarang kita anak anakNya berdoa layaknya orang
munafik. Lalu apa yang dimaksud Tuhan dengan doa orang munafik ?,
Doa
orang munafik adalah doa orang yang menyelewengkan hakikat Doa, dan
mereka adalah orang yang pura pura baik berdoa untuk kepentingan orang
lain, padahal ujung ujungnya berdoa untuk kepentingan diri sendiri, dan
mereka adalah orang yang berdoa yang mementingkan sifat lahiriah saja,
dimana sesungguhnya sangat berbeda sekali dengan sifat aslinya. Didalam
kehidupannya penuh dengan kepura puraan, dari kulitnya terlihat baik dan
bagus tetapi didalamnya tersimpan banyak sifat aslinya yang tidak baik.
Sehingga percumalah doa mereka yang walau taat didalam doa atau yang
di ulirkan dengan kata kata yang sangat menarik tetapi didalam hatinya
tidak ada ketulusan dan kebaikkan, inilah kemunafikkan manusia yang
paling dibenci Tuhan, sehingga hal seperti inilah yang diperingatkan
oleh Tuhan terhadap kita anak anakNya.
Tuhan juga menginginkan
kita agar didalam doa, hendaknya kita terlebih dahulu mendoakan orang
lain, kita diajarkan untuk mementingkan orang lain sebelum kita berdoa
untuk diri sendiri.
2Tes. 3:1 " Selanjutnya, saudara-saudara, berdoalah utk kami....."
Ibr. 13:18 " Berdoalah terus untuk kami....."
Pokok
Doa Bapa kami, adalah doa yang sangat sempurna yang telah diajarkan
Tuhan Yesus Kristus kepada murid muridNya dan diteruskan kepada kita
sampai hari ini. Ini semua dengan maksud agar inti dari pokok doa yang
benar tidak disesatkan oleh sosok yang tidak bertanggung jawab.
Menghafal
Doa Bapa Kami atau bahkan membawanya didalam setiap doa kita adalah
sangat baik sekali, tetapi akan lebih sangat baik sekali dan sangat
berarti sekali jikalau kita lebih mengerti tentang arti isi sebuah Doa
Bapa Kami. Dan ini semua sangat lebih berarti daripada hanya sekedar
menghafal atau hanya sekedar mengeluarkan hafalan doa Bapa Kami didalam
setiap doa kita.
Memang untuk mengerti tentang makna Doa Bapa
Kami, kita terlebih dahulu harus menghafalnya, agar apa yang akan kita
renungkan ini akan lebih jelas dan mudah untuk kita pahami.
INTI DOA BAPA KAMI :
Isi dari doa Bapa Kami ini ada tiga hal. 1. Penyembahan kepada Bapa di Surga.
2. Permohonan kepada Bapa di Surga.
3. Penyerahan diri kepada Bapa di Surga.
Inilah ketiga pokok didalam Doa Bapa Kami. Dimana yang membawa kita ke hadirat Allah dalam komunikasi yang benar.
I. PENYEMBAHAN KEPADA BAPA DISURGA :
" Bapa kami yang ada diSurga, dikuduskanlah namaMu, datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu dibumi seperti di Surga......."
Kalimat
pembukaan daro Doa Bapa Kami ini, mengajarkan kepada kita untuk
terlebih dahulu menyembah dan mengakui keberadaan dan mengakui
kedaulatan Allah di Surga.
Didalam setiap penyembahan kita, kita
menaikkan ucapan rasa syukur kita kepada yang berkuasa yaitu Allah itu
sendiri. Menyembah adalah sikap tunduk, gentar, hormat dan bersedia
taat.
Didalam berdoa, sikap menyembah adalah suatu ungkapan rasa
hormat, tunduk dan takut akan Allah yang menguasai haliq langit dan
bumi, ini membuktikan bahwa kita merendahkan diri kita dihadapan Allah.
Kita tunduk, hormat dan gentar didalam setiap penyembahan kita
kepadaNya, adalah kita mengakui keberadaanNya, kita mengakui
kekudusanNya, kita mengakui kekuasaNya dan kesanggupanNya atas dunia
ini, dan mengakui bahwa hanya Dia yang terbesar dari yang terbesar di
seluruh jagat raya.
TIGA POKOK PEMAHAMAN DIDALAM PENYEMBAHAN
a.) Dengan ucapan syukur
Didalam menyembah, kita naikkan ucapan syukur kita kepada apa yang telah Tuhan berikan atas kita Ef.5:20 :” Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita.”
Jika
kita dengan rendah hati, kita sadar bahwa didalam kehidupan kita banyak
sekali campur tangan Allah atas kita, maka kita selalu harus manikkan
ucapan syukur kita di dalam setiap doa kita. Semisal Tuhan telah
memberikan kita : Kesehatan ; Kecukupan ; Keamanan ; dan yang paling
penting adalah Tuhan sudah memberikan kita Pengampunan dan Keselamatan.
Itulah sebabnya jangan kita pernah lupakan mengucap syukur.
b.) Dengan menaikkan Pujian kepada Tuhan.
Memuji
dan memuliakan Tuhan ada banyak cara. Sebelum kita berdoa atau sewaktu
kita beribadah, yang harus kita lakukan adalah menaikkan pujian
kepadaNya sebab Dia memang layak menerima segala pujian ini. ( Ef. 5:19 : ” ………Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.” )
Didalam
kitab Kisah Para Rasul ( KPR ) diceritakan bagaimana penderitaan Rasul
paulus dan Silas, mereka diperlakukan tidak adil, mereka dicambuki,
dipukuli dan di siksa. Mereka sangat marah dan kecewa sekali, dan ini
sangat manusiawi sekali. Bagaimana anda sikap dan perasaan anda kalau
diperlakukan dengan tidak adil, bagaimana kalau anda yang tidak
melakukan sesuatu seperti yang dituduhkan, kemudian ditangkap, di
interogasi siang malam, di pukuli, di tendang supaya mengakui apa yang
tidak pernah anda lakukan, pastilah anda marah dan bahkan mungkin
berteriak dalam hati karena perlakuan tidak adil inikan ??? namun
semuanya ini dihadapi oleh Paulus dan Silas dengan ketabahan. Bahkan
mereka percaya sekali kalau Allah tidak pernah mengecewakan mereka.
dari pengalaman ini, maka Paulus menulis didalam 1Kor.10:13 :”
Pencobaan pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan pencobaan biasa yang
tidak melebihi kekuatan manusia, sebab Allah setia ………………”
Oleh sebab itulah mereka selalu menaikkan pujian dikala mereka berdoa, mereka berdoa dan memuji memuliakan Tuhan.
( Maz.40:4 :” Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku, untuk memuji Allah kita.” )
c.) Merenung
Didalam
menyembah kepada Allah, kita membiarkan Firman Tuhan masuk didalam
pikiran kita, entah itu melalui bacaan Alkitab atau belajar untuk
mengerti dan memahami Firman Tuhan dari ulasan renungan tertulis, agar
kita kerohanian kita semakin matang.
( Maz. 1:2 dimana Daud
mengatakan berbahagialah orang yg suka merenungkan Firman Tuhan siang
dan malam.) dan Yesus juga berkata, manusia bukan hidup dari roti saja
tetapi memerlukan juga Firman Allah. ( Mat.4:4 )
II. PERMOHONAN KEPADA BAPA DI SURGA :
" Berikanlah kami pada hari ini, makanan kami yang secukupnya..."
Kalimat “ Berikanlah kami ”
didalam doa ini, jelas jelas menyatakan permohonan kita dan
ketergantungan kita kepada Bapa di Surga. Disini diajarkan kepada kita
bahwa Permohonan di sampaikan kepada Allah setelah kita melakukan
Penyembahan dan Pujian kepada Bapa di Surga lebih dahulu.
Memohon adalah merupakan HAK kita sebagai anak anakNya, yang olehNya telah ditawarkan kepada kita.
Mat.21:22 : ” Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dan
dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.” ;
Mat 7:7 : ” Mintalah maka akan diberikan kepadamu……” ;
Yoh 14:14 : ” Jika kamu meminta sesuatu kepadaKu dalam
namaKu, Aku akan melakukannya.”
a.) Permohonan kebutuhan Jasmani.
Kebutuhan
jasmani ( disini bukan berarti kebutuhan sexual ) , yang dimaksud
adalah kebutuhkan manusia setiap harinya., entah itu berupa makanan
ataupun financial, atau kebutuhan pokok hidup.
Disini kita tidak
diajarkan untuk meminta yang berlebihan sehingga tidak menjadi berkat
tetapi akhirnya malah menjadi kutuk dosa keserakahan. Coba kita
perhatikan kalimat doa tersebut, :
” Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.”
Hal
yang demikian ini dimaksud untuk mendidik kita agar kita tetap
bersandar kepada Tuhan, Yakin dan Percaya bahwa Tuhan selalu memelihara
kita dalam suka dan duka, kita tidak lagi perlu kwatir akan kehidupan
kita.
Kalau kita merenungkan kata “KAMI” disini Tuhan bukan
menceritakan tentang individu atau pribadi saja, tetapi Tuhan juga
bermaksud kita berdoa dan memohonkan juga untuk kebutuhan orang lain
seperti yang juga diajarkan oleh Tuhan kepada kita yaitu untuk mengasih
sesame kita. Itulah doa permohonan yang baik dimata Tuhan.
b.) Permohonan kebutuhan Rohani.
Tuhan
Yesus juga mengajarkan kepada kita selain memohon kebutuhan jasmani,
kita juga diajarkan memohon kebutuhan rohani. Yaiu pengampunan dosa.
:” Ampunilah kesalahan ( dosa ) kami seperti …... “
Kebutuhan jasmani dengan kebutuhan rohani didalam doa ini sangat berbeda dan sangat jelas sekali intinya.
Selain kebutuhan jasmani, kita juga butuh berdoa untuk kebutuhan rohani kita.
Tetapi
kenyataan selama ini didunia, banyak dari kita yang didalam doanya
selalu meminta untuk kepentingan jasmani kita. Minta sakit disembuhkan…,
minta diberi kesehatanlah…, minta diberi perubahan hiduplah…, minta
usahanya lebih diberkatilah…, minta bla..bla..bla.., yang intinya
permintaan demi kepentingan pribadi.
Coba renungkan baik baik,
Pernahkan kita dengan tulus berdoa mengakui kesalahan apa yg sudah
pernah kita lakukan didalam kehidupan kita sehari hari? pernahkah kita
setiap harinya berdoa mengakui dosa apa yang telah kita lakukan di
kehidupan sehari hari ???.
Pernahkah kita mendoakan kepentingan
orang lain ? atau bahkan mendoakan bagi kesulitan orang yg tidak kita
kenal sekalipun ???coba renungkanlah baik baik.
Kalimat selanjutnya adalah, :
” …….. seperti kami juga mengampuni kesalahan orang yang telah bersalah kepada kami.”
Disinilah letak inti dari permohonan doa kita.
Tuhan
Yesus tidak sekedar mengajarkan doa untuk kepentingan pribadi, tetapi
Dia juga mengajarkan bagaimana sikap kita kepada orang yang melakukan
kesalahan kepada kita. Mengampuni kesalahan orang sangatlah penting,
karena Tuhan juga akan mengampuni kesalahan kita (dosa kita) kepadaNya.
:” Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang lain, Bapa di Surga akan mengampuni kamu juga.” (Mat.6:14)
:” ....... Dan jangan membawa kami kedalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari yang jahat........”
Kalimat
permohonan ini membuktikan ketidak berdayaan kita, kelemahan kita dan
ketergantungan kita kepadaNya. Manusia tidak mudah menghadapi tekanan
tekanan yang sanagt berat, mungkin sekali atau dua kali, masih bisa
diatasi, tetapi kalau datangnya bertubi tubi, sangatlah tidak mungkin
kita bisa menghadapinya.
itulah pentingnya kita selalu tetap
harus bersandar kepadaNya, dan kita berdoa memohon kekuatan ilahi agar
kita mampu bertahan dan menghadapi semua persoalan yang tengah kita
hadapi.
Kita tidak bisa menutupi kemungkinan, banyak dari mereka yang
Depresi, Stress, Gila, bahkan tidak sedikit dari mereka yang bunuh diri
akibat tidak kuat menahan tekanan tekanan. Itulah sebabnya Tuhan Yesus
mengajarkan kita berdoa untuk kebutuhan jiwa kita. Dan perlu kita
mengetahui, Tuhan tidak pernah menjanjikan kita anak anakNya akan bebas
dari pencobaan pencobaan, sebab kita diajarkan untuk tetap tabah dan
tetap kuat dialam Dia dikala kita menghadapi segala pencobaan. Inilah
tantangan kita sebagai anak anak Allah. ( Yak. 1:2-4 ) dari cobaan ini
kita diajarkan untuk selalu bersandar kepada hikmat Tuhan agar kita bisa
mengatasinya, dan jangan bergantung pada hikmat manusia ( 1Kor.2:5 )
III. PENYERAHAN DIRI KEPADA BAPA DI SURGA
“ Karena Engkaulah yang empunya kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama lamanya. Amin.”
Inti
doa ini mengajarkan kepada kita bahwa kita harus menaklukkan diri,
tunduk, takut, gentar dan pasrah atas keputusanNya. Kita diajarkan
untuk berserah didalam ketidak berdayaan kita dihadapan Allah. Selain
kita diajarkan untuk Menyembah Dia, memuji memuliakan Dia, memohon
sesuatu yang kita harapkan dari Dia, kita juga diajarkan untuk berserah
diri didalam ketidak berdayaan kita.
Kita terlalu sering dan bahkan
kita tidak pernah sadar bahwa didalam doa kita banyak kesalahan
kesalahan kita yang tidak pernah kita sadari. Hal yang sangat keliru
didalam doa kita adalah : Didalam doa ....
- Kita banyak menuntut pada Tuhan untuk kepentingan pribadi.
- Kita selalu menyalahkan Tuhan kalau doa kita tidak terjawab.
- Kita selalu memaksa Tuhan untuk segera menjawab doa kita.
- Kita tidak pernah mau mengakui kesalahan yg telah kita lakukan.
- Kita selalu berdoa seakan akan orang lain bersalah dan
melakukan kesalahan kepada kita.
Kita sering berharap Allah merubah sikapNya dan menuruti kehendak kita, inilah sikap ke salah satu KEEGOISAN kita.
Lebih
bijaksana kalau didalam doa kita tidak menuntut apa yang kita kehendaki
dari Tuhan, tetapi mintalah kekuatan kepadaNya bagaimana kita
menghadapi hari esok.
Untuk itu, didalam doa Bapa Kami, kita diajar
untuk belajar berserah diri kepada keputusan dan kedaulatan Allah, ita
diajar untuk berserah kepada kuasa Allah, Yesus berserah kepada
kemuliaanNya dan berserah kepada hakikat Allah itu sendiri.
Banyak
cara berdoa yang benar, yang dapat kita pelajari didalam Kitab Mazmur,
disitu kita bagaimana bisa belajar dari doa doa Raja Daud, banyak
pengalaman Daud yg diungkapkan didalam doanya kepada Allah.
Tuhan memberkati.